Masyarakat Diminta Waspada, Pelaku Mengaku Punya Koneksi di Balai Wilayah Sungai dan Kementerian
KlikJurnal.Com, KENDARI, SULTRA –Rabu 3/12/2025. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3AI) yang rutin digulirkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sasaran empuk para oknum penipu. Praktik kotor ini diduga kembali terjadi, di mana sejumlah oknum memanfaatkan janji manis mendapatkan pekerjaan atau proyek P3AI dengan meminta sejumlah uang kepada korban.
Modus operandi yang digunakan para pelaku adalah dengan mengklaim memiliki koneksi kuat, baik di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sultra maupun di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Salah satu nama yang disebut-sebut terlibat adalah seorang oknum berinisial Hidayat. Oknum ini diklaim sering meyakinkan calon korban bahwa ia dapat meloloskan mereka untuk mendapatkan kegiatan P3AI, asalkan menyetorkan sejumlah dana dengan nominal bervariasi.
“Banyak oknum mengatasnamakan dari BWS atau dari Kementerian untuk menipu dengan iming-iming akan mendapatkan pekerjaan P3AI.Mereka meminta korban untuk menyetor dana dengan nominal bervariasi,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Korban Asal Konawe Tertipu di Tahun 2022
Salah satu korban yang berhasil dikonfirmasi berasal dari Kabupaten Konawe. Korban ini telah menyetorkan sejumlah dana ke rekening pribadi terduga pelaku, Hidayat, sebagai ‘pelicin’ agar mendapatkan proyek tersebut.
Kejadian penipuan ini dilaporkan terjadi pada tahun 2022. Setelah dana disetorkan, janji pekerjaan yang dinantikan tak kunjung terwujud.
Sejak kejadian tersebut, korban berulang kali mencoba menghubungi Hidayat melalui sambungan telepon, namun tidak pernah mendapat respons. Nomor telepon yang digunakan oknum Hidayat diduga telah tidak aktif atau diblokir, sehingga korban mengalami kesulitan untuk menuntut pertanggungjawaban.
Saat ini, para korban didorong untuk segera membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian agar kasus penipuan yang merugikan masyarakat ini dapat diusut tuntas.
laporan: Redaksi












