Setahun Mangkrak, Kades Puuhopa Jadikan Cuaca dan Jalan Becek “Kambing Hitam” Proyek Talud Rp69 Juta

KlikJurnal.Com, KONAWE, SULAWESI TENGGARA – Proyek pembangunan talud/bronjong di Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, diduga mangkrak selama satu tahun meski anggarannya telah dicairkan sepenuhnya. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024 tahap kedua dengan nilai Rp 69.189.000 ini seharusnya sudah selesai, namun hingga Selasa (9/9/2025), pengerjaannya belum juga rampung.

Kepala Desa Puuhopa, Irmanto Laigi, saat diwawancarai di lokasi memberikan sejumlah alasan terkait mandeknya pekerjaan tersebut. Menurutnya, faktor cuaca yang tidak bersahabat menjadi kendala utama di awal pengerjaan.

“Kegiatan tidak dikerjakan karena pada saat itu cuaca tidak bersahabat di lokasi, sehingga tidak dikerjakan. Sempat dikerjakan tapi longsor,” ujar Irmanto.

Namun, ketika ditanya mengapa pekerjaan tidak dilanjutkan saat cuaca sudah membaik, sang kepala desa kembali beralasan bahwa akses jalan menjadi penghalang. Ia mengklaim kendaraan pengangkut material tidak bisa melintasi jalan masuk sepanjang kurang lebih 300 meter yang becek.

“Kendaraan untuk membawa material masih tidak bisa dilalui karena jalan masuk sekitar 300 meter becek,” dalihnya.

Ironisnya, alasan tersebut terpatahkan oleh kondisi terkini di lapangan. Saat ini, material proyek justru baru mulai dimasukkan ke lokasi dengan bantuan swadaya dari masyarakat yang ikut mendorong kendaraan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar
jika jalan bisa dilalui sekarang dengan gotong royong, mengapa butuh waktu hingga satu tahun untuk melanjutkannya

Pekerjaan yang dimulai sejak September 2024 ini kini menjadi sorotan tajam. Dengan anggaran yang sudah cair 100%, namun fisik pekerjaan yang jauh dari kata selesai, publik menuntut transparansi dan akuntabilitas.

Masyarakat dan pihak terkait berharap Inspektorat Kabupaten Konawe dan Kejaksaan Negeri Konawe segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan audit investigasi terhadap pekerjaan Kepala Desa Puuhopa tersebut.

Alasan cuaca dan kondisi jalan yang disampaikan dinilai tidak sebanding dengan lamanya waktu pengerjaan yang telah terbengkalai selama setahun penuh.
Laporan :Bagas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *