KlikJurnal.Com.KONAWE – Publik di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dikejutkan dengan beredarnya sebuah foto yang diduga berisi daftar setoran dari para pelaku aktivitas tambang pasir ilegal. Foto yang memuat rincian nama dan nominal uang tersebut kini memicu desakan agar aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan.
Dalam daftar yang beredar, tercatat total dana mencapai Rp110 juta. Beberapa nama tercantum dengan nominal bervariasi, di antaranya H. Tasman sebesar Rp30 juta, Justin (Warga Desa Teteona) Rp35 juta, Adiman (Warga Desa Teteona) Rp15 juta, Sudirman (Warga SP Belatu) Rp19 juta, Has Rp10 juta, hingga penyebutan jabatan “Pak Desa Lamendora” sebesar Rp15 juta.
Beredarnya dokumen informal ini memunculkan spekulasi kuat bahwa dana tersebut dikumpulkan sebagai “uang pelicin” untuk memuluskan operasi penambangan pasir tanpa izin di wilayah tersebut agar tetap berjalan tanpa hambatan hukum.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kepada siapa atau institusi mana aliran dana tersebut bermuara. Namun, dampaknya telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Jika benar ada aliran dana untuk melancarkan tambang ilegal, maka ini harus diusut tuntas. Aparat perlu membuka secara terang siapa saja yang terlibat,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, Jumat (17/4/2026).
Aktivitas tambang pasir ilegal di Konawe memang tengah menjadi sorotan tajam. Selain persoalan administrasi dan potensi kerugian negara, dampak kerusakan lingkungan akibat pengerukan yang tidak terkontrol mulai dirasakan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait keabsahan dokumen tersebut. Meski demikian, sejumlah elemen masyarakat mendesak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk membuktikan kebenaran data tersebut dan menindak tegas oknum yang terlibat.
Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan sembari menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menelusuri kebenaran informasi yang telah terlanjur menjadi bola panas di tengah masyarakat Konawe.
Laporan: Redaksi












