KlikJurnal.Com. KONAWE, klikjurnal.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mendadak menuai polemik. Pasalnya, salah seorang penerima manfaat melaporkan adanya benda berupa pil yang diduga obat di dalam makanan yang dibagikan.
Kejadian ini dialami oleh seorang warga di Kelurahan Anggaberi pada Jumat (17/4/2026). Berdasarkan keterangan sumber, temuan tersebut bermula saat cucunya mengambil jatah makanan MBG yang diperuntukkan bagi ibu menyusui pada hari Senin sebelumnya.
“Anak saya yang bungsu mengambil tahu (dari menu tersebut). Saat hendak dimakan, tahu itu dibuka dan ternyata ada obat di dalamnya. Dia langsung bawa ke saya di dapur dan bertanya, ‘Apa ini Oma, kayak obat’,” ujar narasumber saat diwawancarai, Jumat (17/4).
Ia menambahkan bahwa dari dua potong tahu yang ada dalam satu wadah (ompreng), keduanya ditemukan berisi yang serupa dengan obat tersebut. Penasaran sekaligus khawatir, ia kemudian memanggil tetangga untuk menyaksikan dan mendokumentasikan temuan itu melalui foto dan video untuk dikirimkan ke grup WhatsApp MBG.
“Saya simpan tahunya di kulkas sebagai bukti.siapa tahu ada yang datang menanyakan
dan bisa saya perlihatkan nantinya ,” lanjutnya.
Hingga saat ini, jenis dan kegunaan diduga obat tersebut belum diketahui secara pasti. Minimnya respon dan penjelasan dari pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kecamatan Anggaberi membuat warga merasa waswas.
“Sampai sekarang tidak ada informasi sama sekali (dari SPPG). Saya jadi takut dan tidak berani lagi mengambil menu MBG karena tidak tahu itu obat apa dan kenapa bisa ada di dalam makanan. Jangan sampai itu berbahaya,” keluhnya.
Berdasarkan informasi di grup koordinasi warga, sejauh ini baru satu penerima manfaat yang melaporkan temuan tersebut.
Sementara itu, pihak yayasan dan mitra penyalur program saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon seluler maupun pesan WhatsApp” iye menjawab dengan singkat Harus SPPG dan Korwil yang bisa menjelaskan
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari kepala SPPG Anggaberi mengenai prosedur pengolahan makanan maupun investigasi atas laporan warga tersebut.
Program MBG sendiri secara nasional menargetkan 9,1 juta sasaran, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Kejadian ini diharapkan segera mendapat titik terang agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di tengah masyarakat.
Laporan:Redaksi












