KlikJurnal.Com, Unaaha, SULTRA – Kabar duka menyelimuti Komunitas Trail Sulawesi Tenggara (Sultra) atas meninggalnya salah satu panutan terbaik mereka, Muh. Akbar, yang akrab disapa Barces Koba, pada Sabtu malam, 6 Desember 2025. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya tak lama setelah jatuh sakit saat menghadiri pesta keluarga di salah satu hotel di Unaaha.
Kepergian mendiang yang mendadak ini mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan raider (pembalap/penjelajah) di Sultra. Barces dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, tidak hanya dalam hobi off-road ekstrem, tetapi juga dalam menjalankan tugas negara dan, yang paling utama, dalam ibadahnya.
Detik-Detik Kepergian di Malam Minggu
Menurut keterangan yang dihimpun, Muh. Akbar baru saja kembali dari perjalanan dinas mewakili tugas negara untuk menghadiri peringatan Hari Jadi Sulawesi Tengah di Bungku, Morowali. Malam harinya, meski baru tiba di Unaaha, beliau langsung menghadiri undangan pesta keluarga di sebuah hotel.
Dalam acara tersebut, Barces Koba sempat didapuk untuk memberikan sambutan kepada tamu undangan. Usai menunaikan tugas kehormatan tersebut dan kembali duduk, tak berselang lama beliau terjatuh. Meskipun segera dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten setempat, nyawa Muh. Akbar tidak dapat diselamatkan.
Ibadah di Atas Segalanya: Motor Mati, Azan Memanggil
Di mata rekan-rekan raider, sosok Barces Koba meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan inspiratif. Salah satu yang paling menyentuh adalah kesetiaannya pada ibadah salat.
Bagas, salah seorang raider dan teman dekat almarhum, menyebut Barces sebagai panutan. “Pak Kadis ini salah satu panutan saya pribadi dan teman-teman Trail khususnya di Sulawesi Tenggara. Orang baik, kalau ada event tidak seru kalau tidak ada Om Koba,” ujarnya.
Namun, yang paling dikenang adalah prinsipnya: Motor Mati, Azan Memanggil.
Di tengah jalur off-road yang ganas, jauh dari pemukiman, dan dikelilingi kesibukan event, Barces akan menunjukkan kegelisahan luar biasa saat waktu salat tiba. Beliau akan berusaha keras mencari jalan keluar dari jalur untuk menjangkau masjid terdekat. Bahkan, perlengkapan salatnya tidak pernah luput dari bawaan petualangan. Jika kondisi benar-benar tidak memungkinkan ke masjid, beliau akan langsung menunaikan salat di jalur trail tersebut.
“Orangnya aktif, suka membantu, kebersamaannya sesama raider sangat besar. Apalagi kalau ada musibah, beliau langsung turun tangan dan mengajak teman-teman untuk membantu,” tambah Bagas.
Kepergian Muh. Akbar/Barces Koba meninggalkan duka mendalam. Seluruh Komunitas Trail Sultra mengucapkan: “Selamat Jalan Om Barces, Panutan kami di Dunia Trail.”
Redaksi












