Akses Konawe-Koltim Lumpuh Akibat Longsor, Warga Bangun Jembatan Darurat

KlikJurnal.Com. KONAWE – Akses jalan penghubung antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, mengalami gangguan setelah terjadi tanah longsor di ujung jembatan yang berada di Desa Ambekairi Utama, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.

Peristiwa tersebut menyebabkan sebagian badan jalan di ujung jembatan mengalami patah dan longsor sepanjang kurang lebih 3 meter dengan lebar sekitar 1 meter. Akibatnya, kendaraan roda empat dari arah Kabupaten Konawe menuju Kabupaten Kolaka Timur maupun sebaliknya untuk sementara tidak dapat melintasi lokasi tersebut.

Meski demikian, kendaraan roda dua masih dapat melintas melalui jalur alternatif di sisi lokasi longsor dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Berdasarkan informasi di lapangan, kerusakan terjadi setelah talud penahan jembatan mengalami keretakan dan ambrol. Kondisi tersebut mengakibatkan tanah di sekitar ujung jembatan tergerus arus sungai hingga menyebabkan retakan pada badan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, personel kepolisian yang dipimpin PS Kapolsubsektor Latoma, Aipda Anton Lolo Payung, bersama PS Kanit Binmas Polsek Abuki, Aiptu Sainal Alan, SH, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintasi area terdampak.

Selain itu, aparat bersama warga setempat berinisiatif melakukan gotong royong guna membuat jembatan penghubung sementara agar mobilitas masyarakat tetap berjalan sambil menunggu penanganan dari pemerintah.

Dari hasil pengamatan awal, longsor diduga dipicu oleh erosi akibat perubahan arah arus sungai yang menghantam bagian bawah jembatan. Kondisi tersebut menyebabkan talud penahan mengalami kerusakan hingga akhirnya roboh dan mengikis tanah di sekitar ujung jembatan.

Perubahan arah arus sungai tersebut diduga dipengaruhi oleh adanya tumpukan tanah yang berada di tengah aliran sungai dan telah dimanfaatkan masyarakat untuk ditanami, sehingga mengubah pola aliran air.

Dengan terputusnya sebagian akses jalan, dikhawatirkan akan terjadi hambatan arus transportasi dan kemacetan bagi masyarakat yang hendak melintasi jalur penghubung Konawe-Kolaka Timur.

Pihak kepolisian telah mengambil langkah awal dengan mendatangi lokasi kejadian, memberikan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan, serta mengajak masyarakat melakukan penanganan darurat secara gotong royong.

Untuk penanganan lebih lanjut, diperlukan koordinasi dan langkah cepat dari instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi agar segera melakukan perbaikan guna mencegah kerusakan yang lebih luas dan memulihkan akses transportasi masyarakat.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *