Diduga Lalai Tangani Warga Binaan, Rutan Unaaha Digeruduk Massa Aksi

KlikJurnal.Com KONAWE – Sejumlah massa dari Laskar Peduli Konawe (Lapkon) menggelar unjuk rasa di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha, Konawe. Aksi ini merupakan bentuk protes atas dugaan kelalaian pihak rutan yang menyebabkan meninggalnya seorang warga binaan bernama Muh. Saleh Dg Ratte. Saleh disebut sakit selama dua minggu tanpa penanganan medis yang memadai. Massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak rutan atas insiden tersebut.

Aksi unjuk rasa ini didasari dugaan pelanggaran terhadap hak dasar warga binaan yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Menurut peserta aksi, Muh. Saleh Dg Ratte mengeluhkan kondisi kesehatannya selama dua pekan, namun tidak mendapatkan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, pihak rutan tidak menghubungi keluarga almarhum, meskipun sudah diberikan nomor kontak darurat. Akhirnya, Saleh dilarikan ke RSUD Konawe, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sebagai respons atas insiden ini, konsorsium aktivis dan organisasi masyarakat yang berpartisipasi dalam aksi menyampaikan empat tuntutan. Tuntutan-tuntutan ini mendesak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengevaluasi kinerja dan mengaudit anggaran kesehatan Rutan Unaaha. Mereka juga menuntut pencopotan Kepala Rutan Unaaha, menuntut pertanggungjawaban Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), serta meminta Kakanwil Kemenkumham Sultra untuk mengundurkan diri karena dianggap gagal mengawasi jajarannya.

Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Hery Subandono, menerima massa aksi dan mengajak mereka berdialog di dalam rutan untuk memberikan penjelasan terkait insiden ini. Aksi unjuk rasa ini menjadi sorotan serius terhadap standar pelayanan dan tanggung jawab lembaga pemasyarakatan dalam memastikan hak-hak dasar warga binaan, khususnya terkait kesehatan dan keselamatan jiwa.

Laporan:Redaksi 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *