KlikJurnal.Com KONAWE, SULAWESI TENGGARA – Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) kembali mencuat. Seorang warga Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, bernama Umar, menduga dana Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya digelapkan oleh oknum pendamping. Akibatnya, ia merugi hingga jutaan rupiah.
Umar, yang merupakan penerima manfaat PKH di Desa Pinole, Kecamatan Latoma, mengaku tidak pernah menerima dana bantuan sejak 2023 hingga 2025.
Padahal, dana tersebut seharusnya rutin ditransfer langsung ke rekening atas namanya.Kecurigaan Umar muncul saat bantuan yang dinanti tak kunjung tiba. Ia pun berinisiatif mendatangi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Konawe untuk memeriksa data. Betapa terkejutnya Umar saat petugas Dinsos menyatakan bahwa datanya tidak bermasalah. “Data Bapak masih aktif dan dananya masuk terus,” ujar seorang sumber menirukan pernyataan petugas.
Modus Licik Pelaku Terbongkar dari Rekening Koran
Jawaban tersebut membuat Umar semakin bingung. Untuk memastikan kebenaran, ia mendatangi kantor cabang Bank BRI di Unaaha dan meminta cetak rekening koran.
Dari situlah fakta terungkap rekening koran menunjukkan adanya penarikan dana secara rutin sejak 2023. Uang yang seharusnya menjadi haknya ternyata dicairkan oleh orang lain.
Menurut sumber terdekat, modus yang digunakan pelaku sangat licik. Oknum tersebut diduga sengaja memblokir kartu ATM asli milik Umar. Setelah itu, pelaku membuat rekening baru menggunakan data identitas lengkap Umar untuk leluasa mencairkan dana bantuan yang masuk. “Jadi, setiap kali ada dana masuk, dia yang mencairkan,” jelas sumber tersebut.
Penarikan terakhir oleh oknum tercatat pada 9 September 2025, saat Umar memeriksa rekeningnya di BRI.
Korban Berharap Keadilan Ditegakkan
Kasus ini menimbulkan kerugian materiil dan moril bagi Umar dan keluarganya. Ia berharap pihak berwenang, termasuk Dinsos, pihak bank, dan aparat penegak hukum, dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas oknum pelaku yang tega menggelapkan hak warga miskin.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak pendamping bansos di Desa Pinole.
Laporan:Redaksi












