KlikJurnal. KONAWE– Program bantuan sambungan listrik gratis dari pemerintah yang seharusnya menjadi angin segar bagi warga kurang mampu, kini justru memicu polemik di Desa Matabura, Kecamatan Anggogondo, Kabupaten Konawe. Seorang warga bernama Mondo, yang tercatat sebagai penerima bantuan, mengaku kecewa setelah haknya diduga dialihkan secara sepihak oleh Kepala Desa Matabura.
Mondo, warga Dusun 1 Desa Matabura, mengungkapkan bahwa namanya masuk dalam daftar penerima bantuan KWh meter gratis. Namun, hingga saat ini, perangkat tersebut tidak pernah terpasang di kediamannya karena diduga telah dialihkan kepada pihak lain oleh oknum kepala desa setempat.
”Saya sangat mengharapkan bantuan ini karena itu adalah hak saya sebagai penerima. Saya sangat kecewa dengan tindakan kepala desa yang mengalihkan bantuan tersebut kepada orang lain,” ujar Mondo dengan nada sesal.
Menanggapi laporan tersebut, awak media mendatangi Kantor PLN Rayon Unaaha pada Selasa (7/4/2026) untuk meminta klarifikasi. Meski petugas PLN yang bertugas enggan memberikan keterangan secara rinci di hadapan kamera, ia menegaskan bahwa secara prosedur, pengalihan bantuan KWh meter kepada pihak yang tidak berhak adalah tindakan yang menyalahi aturan.
”Pengalihan KWh meter itu salah. Namun, kami belum bisa memberikan informasi lebih jauh. Kami akan melakukan pengecekan di lapangan terlebih dahulu dan segera memanggil Kepala Desa Matabura untuk memberikan penjelasan,” tegas salah satu petugas PLN Rayon Unaaha.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Kabupaten Konawe. Warga berharap pihak PLN dan instansi terkait dapat bertindak tegas agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum pejabat desa untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Laporan:Redaksi












