Heboh Pelantikan di TPA Mataiwoi,  Satu Puskesmas Dua Kepala, Pelayanan di Alosika ‘Gantung’

Klikjurnal.Com. ​KONAWE – Pemandangan tak lazim mewarnai rotasi jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe. Tak hanya lokasinya yang ekstrem—yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mataiwoi, Kecamatan Tonggauna , namun prosesi pelantikan ini menyisakan tanda tanya besar setelah munculnya “nama ganda” untuk posisi Kepala Puskesmas (Kapus) Alosika.

​Kejadian yang kini menjadi buah bibir publik tersebut mencuat saat dua nama berbeda disebut menempati posisi yang sama dalam satu instansi. Dampaknya, hingga Senin (23/02/2026)

​​Berdasarkan pantauan tim klikjurnal.com di Puskesmas Alosika, suasana tampak berjalan seperti biasa dalam hal pelayanan medis, namun nakhoda baru puskesmas tersebut belum menampakkan diri.

​Ahmad, mantan Kepala Puskesmas Alosika yang baru saja diganti dan menjadi stap biasa, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun dari kedua nama yang disebut saat pelantikan masuk berkantor.

​”Untuk Kapus baru, belum ada yang masuk sampai hari ini, Pak,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi media pada Senin (23/02/2026).

​Siap Menjadi stap biasa, Tapi Butuh Kejelasan Administrasi

​Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang taat aturan, Ahmad menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah terkait rotasi jabatan. Namun, ia berharap polemik dua nama ini segera diselesaikan demi kelancaran administrasi kantor.

​Sikap ASN,  Ahmad menyatakan selalu siap menerima keputusan mutasi kapan pun.​Dukungan Pemerintah.Ia mendukung penuh langkah pemda demi penyegaran organisasi.

​Fokus Pelayanan,Yang terpenting baginya adalah pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

​Mengenai dualisme nama yang dilantik di TPA kemarin, Ahmad memilih untuk bersikap netral.
​”Saya No Comment karena itu ada di ranah pemerintah. Saya selaku Kapus lama menerima saja siapapun yang datang menjabat sebagai Kapus baru.

Namun, baiknya diklirkan dulu siapa yang akan menjadi Kapus di Alosika agar proses pelayanan administrasi berjalan dengan baik seperti biasa,” tambahnya.

​Ia juga mengaku sempat sempat saya hubungi salah satu nama yang masuk dalam daftar pelantikan, namun yang bersangkutan belum berani berkantor karena situasi yang masih simpang siur.

​Menanti Keputusan Pasti

​Publik kini menunggu klarifikasi dari Badan Kepegawaian terkait kesalahan teknis atau dinamika politik di balik munculnya dua nama untuk satu jabatan Kapus tersebut.

Kejelasan status kepemimpinan di Puskesmas Alosika sangat krusial agar seluruh staf dapat bekerja di bawah komando yang sah secara hukum dan administrasi.
Laporan: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *