KlikJurnal.Com.KOLAKA UTARA – Ketegangan mewarnai aktivitas pertambangan nikel milik PT Riota Jaya Lestari (Riota) pada Sabtu (28/02/2026). Warga yang merupakan keluarga pemilik lahan melakukan aksi nekat dengan menghadang deretan truk operasional perusahaan sebagai bentuk protes atas ganti rugi lahan yang tak kunjung tuntas.
Situasi memanas ketika seorang wanita mertua dari pemilik lahan bernama Pak Rasdin berdiri tepat di depan moncong dump truck pemuat material. Dengan suara bergetar menahan emosi, ia menegaskan tidak akan bergeser sebelum hak keluarganya dipenuhi.
“Pokoknya kalau mau jalan, langkai (langkahi) dulu mayat saya. Sudah cukup sabar saya ini, Pak. Tiga tahun kami berikan kesempatan,” teriak wanita tersebut di hadapan para karyawan dan sopir truk.
Duduk Perkara, Janji Tiga Tahun yang Kandas Aksi penghadangan ini merupakan buntut dari sengketa lahan seluas 7,5 hektar yang kini digunakan untuk aktivitas pertambangan. Pihak keluarga mengaku telah menunggu kepastian pembayaran ganti rugi selama tiga tahun, namun hingga kini hanya mendapatkan janji manis dari pihak mediator.
Perwakilan keluarga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses mediasi yang selama ini dianggap hanya jalan di tempat. Mereka menyebut nama Muhammad Jais selaku mediator yang dinilai gagal merealisasikan komitmen perusahaan.
”Hanya janji-janji saja, tidak ada bukti. Pihak perusahaan bilang mereka orang kuat, banyak uangnya, tapi mana (pembayarannya)” keluh salah satu anggota keluarga saat negosiasi di lapangan.Mediasi Buntu
Meskipun karyawan PT Riota sempat berupaya membujuk warga untuk kembali berunding di meja formal, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. Trauma akan janji-janji sebelumnya membuat memilih bertahan di jalur perlintasan tambang, yang mengakibatkan kemacetan armada pengangkut nikel.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi manajemen PT Riota Jaya Lestari untuk mendapatkan konfirmasi resmi terkait nilai ganti rugi yang disengketakan serta langkah penyelesaian yang akan diambil perusahaan.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait pengamanan di lokasi aksi guna menghindari potensi bentrokan fisik antara warga dan petugas keamanan tambang
Laporan :Redaksi












