Jalan Rusak Parah di Latoma, Konawe, Warga dan Pemerintah Setempat Minta Perbaikan

KlikJurnal.Com_ Unaaha, Latoma, Konawe – Jalan utama Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang menjadi penghubung vital bagi beberapa desa, kembali menuai kritik tajam dari tokoh masyarakat dan pengguna jalan. Terutama saat musim hujan seperti saat ini, kondisi jalan disebut sangat memprihatinkan, menghambat mobilitas warga, terutama para petani, dan berdampak langsung pada perekonomian setempat.

Harapan besar kini tertuju pada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan jalan.

Seorang warga asli Latoma yang telah tinggal selama 30 tahun di sana, mengungkapkan kekecewaannya pada Kamis, 17 Juli 2025. “Sudah 30 tahun saya tinggal di Latoma ini, merasa kekecewaan. Karena kami ini belum merasakan kenikmatan atau kemerdekaan sebagai warga Latoma untuk menikmati jalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Bagaimana kita mau berkembang dan maju jika akses jalan sudah memprihatinkan kondisinya jika di musim hujan? Bahkan hasil bumi masyarakat Kecamatan Latoma itu agak susah dan lambat keluar karena faktor jalan.”

Dampak buruk jalan rusak ini tidak hanya pada waktu tempuh yang lebih lama, tetapi juga pada biaya transportasi yang melambung tinggi. Warga harus mengeluarkan ongkos yang cukup besar, bahkan bisa berjam-jam hingga satu atau dua hari baru bisa keluar dari “zona jalan ekstrem.

“Jika kalau mau keluar, ongkos yang dikeluarkan cukup besar anggarannya, belum lagi berjam-jam di jalan, bahkan ada juga sampai satu dua hari baru bisa keluar di jalan dari zona jalan ekstrem,” keluhnya.

Biaya transportasi per orang bisa mencapai Rp100.000, dengan biaya tak terduga lainnya mencapai Rp200.000 selama perjalanan.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan agar para petani juga bisa merasakan “kemerdekaan.” Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, kampung mereka tidak akan bisa maju. “Biar banyak hasil bumi, tidak akan maju kalau jalan yang tidak baik,” tegasnya.

Pemerintah Kecamatan Latoma, melalui Hotman Tanggapili Sekretaris Camat (Sekcam) Latoma, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi jalan tersebut. “Untuk jalan Latoma itu memprihatinkan kondisinya jika di musim hujan. Kasihan masyarakat saat hasil bumi mau dikeluarkan butuh perjuangan yang cukup ekstra keras,” ujarnya.

Hotman Tanggapili Sekcam menambahkan bahwa ada beberapa titik jalan yang rusak parah, bahkan mengganggu mobilitas pemerintah kecamatan dalam menjalankan tugas. Masyarakat juga sering mengeluhkan hasil bumi yang sulit untuk dijual ke luar daerah karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan.

“Kami harapkan pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk bisa membantu kami dalam hal infrastruktur jalan dan jembatan, itu saja yang kami harapkan. Kalau sudah bagus jalan dan jembatan, insyaallah kampung akan maju,” pungkas Sekcam Latoma, berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah.

Laporan:Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *